Senyum bukan hal yang sulit untuk dilakukan, bukan?
Yang membuat senyum seseorang menjadi jauh lebih istimewa adalah bersama siapa orang itu tersenyum.
Sahabat, kekasih, atau keluarga?
Bisakah kau bayangkan betapa besar pengaruh senyum dalam hidup seseorang?
Tawa bisa menghilangkan kemuraman yang ditimbulkan oleh kumpulan banyak masalah dalam fikiranmu. Tawa bisa menjadi obat yang mujarab ketika kau merasa kesal. Tawa bisa mendekatkanmu dengan orang lain. Mengaburkan batas yang terbentuk di antara kalian. Menghilangkan kebencian. Dan menyatukan perbedaan melalui kebersamaan.
Namun terkadang senyum juga menyakitkan. Ketika seseorang "tersenyum" karena kesalahanmu. Atau ketika orang-orang mulai menertawakanmu, bukan tertawa bersamamu.
Jika kau termasuk orang yang bersyukur, lihatlah sekelilingmu. Sudahkah mereka tersenyum bahkan tertawa lepas tanpa beban. Atau setidaknya hanya seulas senyum ringan yang tulus?
Lalu bagaimana caramu tersenyum?
Pura-pura tersenyum atau benar-benar tersenyum?
Cobalah untuk sejenak memandang dunia dengan kaca mata anak kecil. Dunia ini indah dan banyak orang yang bisa membuat kita bahagia.
Jadi, tersenyumlah dan nikmati hidupmu.
Selasa, 02 Desember 2014
Jumat, 16 Mei 2014
what if ....
Jika. Satu kata itu begitu sederhana tapi penuh dengan makna. Sesal adalah makna yang paling kuat yang menyertainya. Karena hanya orang-orang yang memiliki penyesalan yang ingin merubah kejadian dan seseorang yang pernah lewat dalam hidupnya.
Lalu, penyesalan apa yang pernah membuatmu ingin merubah satu masa lalu dari hidupmu?
Aku, aku ingin sekali merubah pertemuanku dengannya. Merubah rasaku untuknya.
Bagaimana jika hari itu kita tak berpapasan. Tidak pula saling bertukar surat. Hingga aku tak perlu memiliki rasa untuknya. Hingga aku tak perlu terluka karena ia yang telah menjadi milik orang lain.
Bagaimana jika seharusnya kita lebih sering berbicara dan menyampaikan apa yang kita rasakan untuk satu sama lain. Bagaimana jika dia tahu bahwa aku menyayanginya.
Semiua itu pada akhirnya jhanya meninggalkan tanya dalam hidupku. Menjadikanku orang yang terkadang lupa bersyukur. Mungkin jika kita bisa merubah satu fragmen masa lalu maka kita bisa hidup dengan jalan yang kita mau. tanpa terluka, tanpa kecewa, yang ada hanya tawa dan bahagia.
Tapi apa itu cukup?
Pada akhirnya semua itu tak akan pernah menjadi cukup. Tak ada saat dimana kita belajar dari kesalahan. Beranjak maju dari kekecewaan. Dan bangkit dari luka.
Jadi, satu kata 'jika' hanyalah pengandaian. Yang tanpanya hidup tetap akan berjalan apa adanya sekarang.
Langganan:
Postingan (Atom)