katamu, seharusnya aku berfikir ulang sebelum mencintaimu.
katamu, kamu tidak sempurna.
bukan orang yang baik.
bukan lelaki yang pantas di banggakan.
katamu, bisa saja kita bersama, mencoba semuanya dari awal.
tapi aku melihat keraguan terpancar dari matamu.
cerminan dari keraguanku sendiri.
kini semua orang memintaku untuk menjauhimu.
aku tahu mereka peduli padaku.
aku tahu mereka tak ingin engkau mempermainkanku.
dan karenamu pula aku jauh dari sahabatku.
sekarang aku harus apa?
bagaimana menurutmu?
banyak sekali yang berteriak di kepalaku.
menyuarakan pendapat mereka masing-masing.
katamu, banyak sifat buruk yang melekat padamu.
tidakkah kau tahu bahwa aku pun juga begitu.
setiap orang tidak sempurna.
setiap kesalahan bisa di perbaiki.
dan dari kata-kata mu aku justru tidak membencimu,
dari pengakuanmu aku justru lebih ingin mengenalmu.
apa salahnya menyesal setelah mencoba.
apa salahnya gagal di saat-saat terakhir.
dan aku tak ingin berhenti sekarang.
aku sudah terlanjur melangkah sejauh ini.
akan ku dengarkan nasihat orang.
akan ku cerna baik-baik sebelum aku putuskan akan mengikutinya atau tidak.
yang jelas aku ingin berusaha sekarang.
berusaha mengenalmu lebih baik.
berusaha meyakinkanmu bahwa aku bisa.
kita bisa menjadi lebih baik.
berusaha memperjuangkanmu sebelum ini semua berakhir.
itu yang ku anggap penting sekarang.
semoga kamu bisa mengerti keputusanku.