Lalu, bagaimana caranya aku ingin mengisahkan tentang kita jika aku saja tak sanggup menuliskannya. Katamu, aku bisa bercerita. Namun bibirku juga membisu. Tak ada sepatah katapun yang terucap.
Kau tau, sesulit inikah menggambarkan tentang kita. Tentang apa yang sudah kita bagi. Tentang apa yang sudah kita lewati. Dan tentang semua yang telah berubah.
Mungkin semua kekosongan itu, semua kata yang tak pernah terucap itu berasal dari hatiku yang hampa. Ia membeku, kebas, tak merasakan apapun.
Aku tertegun, inikah jalan yang harus kutempuh. Inikah cara Tuhan mengajarkanku kesabaran. Inikah cerita yang harus kuselesaikan sebelum kutulis.
Aku gundah. Jujur saja, semua ini menyiksa. Lalu bagaimana aku harus bersikap. Bagaimana akhirnya.
Itu, dan segala pertanyaan yang belum kutemukan jawabannya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar