Apakah aku sedang terluka. Benarkah seperti itu. Kata orang aku sedang disakiti. Katanya aku ini dikhianati, dan hatiku diremukkan. Tapi apa yang aku rasakan. Aku sungguh tak merasa seperti disakiti. Atau karena aku tak melihat atau mengetahui luka yang dia torehkan untukku. Setelah ada yang memberitahuku tentang hal itu aku merasa gundah, benarkah yang terjadi seperti itu. Aku tak bisa menangis, tak bisa lagi menangis. Dulu aku penah menangis untuknya. Tapi airmataku sungguh tak dihargai olehnya. Tak dihiraukan juga ditertawakan. Kini aku tak bisa mengeluarkan airmata. Sesakit apapun atau sesesak apapun perasaan yang ada dihatiku. Yang selalu tepikir olehku setelah mengis adalah sesal. Kenapa aku menangis untuknya. Kenapa aku ssebodoh itu mengeluarkan airmataku untuk hal yang tak penting seperti itu. Sudahlah, sekaramg bukan saatnya untuk bersedih atau meratapi hari kemarin.
Aku tak boleh lupa pada kata-kataku sendiri, bahwa hidup itu untuk bahagia walaupun berat, tetap saja sebelum ajal menjemput kita harus tetap hidup.

Aku tak boleh lupa pada kata-kataku sendiri, bahwa hidup itu untuk bahagia walaupun berat, tetap saja sebelum ajal menjemput kita harus tetap hidup.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar