Aku sudah mengakhirinya. Dengan sangat berat hati aku mengakhiri kisahku. Ku mulai semuanya dengan baik-baik dan akan ku akhiri dengan baik-baik. Kini aku hanya akan berteman dengannya. Aku hanya akan menjadikannya kakakku. Dia menerima itu dengan berbesar hati. Betapa sabarnya dia setelah kusakiti dia begitu dalam. Begitu sabarnya dia karena masih mau tersenyum saat aku kembali mengecewakannya. Terima kasih untuk semuanya, untuk cinta, kasih sayang, perhatian dan kesabaranmu untukku. Pengorbananmu telah menyadarkanku akan besarnya kasihmu padaku. Tapi aku tak bisa menyakitimu semakin jauh karena keraguan hatiku. Aku selalu menganggap hatiku sudah pasti memilihmu dengan penuh keyakinan, tapi nyatanya aku masih meragukan hatiku. Bukan karena aku meragukan kasih sayangmu, tapi hatiku yang meragu pada diriku sendiri. Dan jika ku lanjutkan kisah ini, itu hanya akan semakin menyakiti dan mengecewakanmu.
Maafkan aku yang tak bisa menjadi seseorang yang terbaik untukmu. Maafkan aku yang telah kembali mengecewakanmu. Kau akan selalu ada dalam hatiku. Kenanglah aku dalam hatimu, meskipun hanya sebagai orang yang kau benci. Silahkan marah dan benci padaku, akan aku terima itu karena itu memang sepenuhnya hakmu. Namun kenapa kau tak bisa membenciku, kau malah do'akan yang terbaik untukku.
Semoga kau dapatkan yang terbaik dalam hidupmu, yang akan lebih menyayangi dan membuatmu bahagia. Semoga kau bahagia. Saat kukatakan sayangku padamu itu benar-benar dari lubuk hatiku.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar